Me and my emptyness: Kisah yang Tak Pernah Terucap
Pernahkah kamu merasa hampa? bahkan ketika dunia di sekitarmu begitu ramai? Seperti ada ruang hampa di dalam dada yang seolah tak terlihat, tak terdengar, tapi selalu ada. Sebuah kekosongan yang tidak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan… diam-diam, dalam sunyi.
"Me and my emptyness" merupakan sebuah perjalanan yang mungkin sedikit asing bagi banyak orang. Tapi sering kali aku terlalu takut untuk mengakuinya, terlalu sibuk untuk menengoknya, atau terlalu lelah untuk memahaminya.
Rasa hampa Itu Nyata
Rasa hampa itu bukan kelemahan. Ia bukan tanda bahwa kamu gagal menjadi kuat. Justru, ia adalah panggilan paling dalam dari dirimu yang mungkin telah lama tak kamu dengarkan.
Kehampaan bisa datang ketika kamu merasa tidak lagi mengenal dirimu sendiri. Ketika bangun tidur terasa berat tanpa alasan. Ketika senyum hanya menjadi topeng, dan tawa hanyalah gema dari kebiasaan. Di balik semuanya, ada kehampaan yang tak pernah benar-benar pergi.
Dari Mana Asalnya?
Kehampaan tidak muncul begitu saja. Ia lahir dari kehilangan entah kehilangan cinta, kehilangan arah, atau kehilangan hubungan dengan diri sendiri. Kadang, luka-luka lama yang tak pernah kita beri ruang untuk sembuh, menjelma jadi sunyi di dalam hati.
Kadang, kita terlalu sering menjadi "baik-baik saja", bahkan saat hati kita menjerit. Kita menahan air mata, menutup mulut, dan pura-pura kuat. Tapi di balik semua itu, ada bagian dari diri yang menunggu untuk dipeluk bagian yang ingin didengar.
Bagaimana Kita Menemukan Jalan Pulang?
- Mulailah dengan mengakuinya.
Tidak apa-apa merasa hampa. Ingat merasa hampa itu bukan dosa bukan pula kekalahan, Itu adalah kejujuran.
- Berbicara pada diri sendiri dengan lembut.
Tanyakan pada hatimu: "Apa yang kamu butuhkan?" dan dengarkan jawabannya meskipun itu hanya bisikan.
- Pelan-pelan temukan makna.
Bukan makna besar tentang dunia. Tapi makna sederhana tentang pagi yang tenang, tentang secangkir kopi, atau tentang lagu yang membuatmu merasa tenang "music healing".
- Izinkan orang lain masuk.
Tidak semua orang bisa mengerti, tapi ada yang mau mendengarkan. Kamu tidak harus menjalani ini sendiri.
- Minta bantuan bukan tanda kalah.
Pergi ke psikolog bukan berarti kamu lemah. Itu berarti kamu cukup berani untuk merawat luka yang tak terlihat dan selama ini kamu rasakan.
Kamu Tidak Sendiri
Aku tahu rasanya bangun dengan hati yang berat. Aku tahu rasanya tersenyum sambil merasa hampa. Tapi aku juga tahu dan ingin kamu tahu bahwa kehampaan ini tidak akan selamanya. Ia bisa menjadi awal. Awal untuk mengenal dirimu kembali. Awal untuk menemukan kembali arti hidup, pelan-pelan… dengan cara dan waktumu sendiri.
Me and my emptiness bukan tentang cerita sedih, tapi kisah yang sedang tumbuh. Di balik sunyi itu, ada versi dirimu yang sedang berjuang untuk pulih. Dan itu… sangat manusiawi dan Sangat berharga.
Karena bahkan dari ruang yang paling kosong, cahaya bisa lahir kembali.


Komentar
Posting Komentar